Mengenal Bahaya Spyware Pegasus Israel

Berita Teknologi

Mengenal Bahaya Spyware Pegasus Israel Laporan beredar di dalam lebih dari satu bulan terakhir dari perusahaan teknologi NSO Group, yang menciptakan spyware bernama Pegasus. Perangkat lunak ini digunakan untuk meretas smartphone dan alat kerja seperti laptop dan PC.

Mengenal Bahaya Spyware Pegasus Israel

fratech – Saya masih ingat bersama bersama cerita mengejutkan dari laporan bahwa dua wanita dekat bersama jurnalis Arab Saudi, yang terbunuh pada 2018, Jamal Khashoggi. Kedua wanita itu dikatakan udah menjadi sasaran agen pemerintah yang bersembunyi bersama pakai spyware.

Koalisi kantor berita, The Washington Post, Le Monde, dan The Guardian menyebutnya Project Pegasus. Proyek ini dipimpin oleh Forbidden Stories, sebuah organisasi jurnalis yang bekerja pada isu jurnalis yang dibungkam bersama bersama berbagai cara.

Baca Juga : Windows Hello Bisa Ditembus Peretas

Amnesty International memobilisasi anggapan forensik detil pada 67 smartphone untuk mencari bukti bahwa mereka menjadi sasaran spyware Pegasus. Sebanyak 37 ponsel di antaranya dinyatakan positif memata-matai Pegasus. Tetapi banyak cermat absolut yang masih belum jelas.

Pegasus adalah spyware yang dikembangkan oleh kontraktor swasta, NSO Group, yang biasa digunakan oleh lembaga pemerintah. Program menginfeksi ponsel obyek dan mengirimkan data, termasuk foto, pesan, dan rekaman audio atau video.

NSO Group menyatakan bahwa Pegasus dapat mencari perangkat lunak apa pun bersama mengutip dokumen NSO Pegasus. Juga diklaim bahwa tidak ada yang dapat mencari spyware Pegasus.

Singkatnya, NSO Group membuahkan product yang memungkinkan pemerintah memata-matai warganya. Perusahaan melukiskan peran produknya di web site Web-nya sebagai membantu “lembaga intelijen dan penegak hukum pemerintah pakai teknologi untuk memenuhi tantangan enkripsi” sepanjang investigasi terorisme dan kriminal.

Namun, seperti yang dapat Anda bayangkan, grup kebebasan sipil tidak senang bersama perusahaan spyware berbayar, dan bisnis patungan bersama klien pemerintah tidak banyak membantu mengeluarkan pendapat grup tersebut.

Grup NSO menyatakan kepada The Washington Post bahwa mereka cuma bekerja bersama lembaga pemerintah dan dapat memutus akses agen ke Pegasus jikalau mereka memperoleh bukti penyalahgunaan.

Dalam laporan transparansi yang dirilis pada akhir Juni, perusahaan mengklaim udah melakukannya sebelumnya. Namun, pengakuan Amnesty International udah menimbulkan kegalauan bahwa perusahaan-perusahaan ini sediakan spyware kepada pemerintah, yang dapat dilaksanakan oleh lembaga pemerintah kepada warganya.

Baca Juga : 3 Keuntungan Membuat Toko Online

The Washington Post termasuk punya wawancara yang termasuk sejarah perusahaan, bagaimana NSO Group didirikan, dan bagaimana perusahaan memulai industri pengawasan.

  • Target pegasus

Proyek Pegasus menganalisis angka-angka di dalam daftar dan menghubungkan lebih dari 1.000 angka ke pemiliknya. Ketika itu terjadi, itu memicu orang-orang yang semestinya dilarang memata-matai pemerintah, cocok bersama standar yang dikatakan NSO untuk kliennya.

Pegasus dikatakan udah memata-matai ratusan politisi dan pegawai pemerintah, termasuk tiga presiden, 10 perdana menteri dan seorang raja, 189 jurnalis dan 85 aktivis hak asasi manusia.

  • Apa yang Pegasus lakukan?

Menurut The Washington Post, spyware Pegasus dapat mencuri information privat dari ponsel, mengirim pesan ke target, mengungkapkan kata sandi, kontak, foto, dan lainnya kepada siapa saja yang memulai pengawasan.

Bahkan dilaporkan bahwa spyware dapat menyalakan kamera atau mikrofon ponsel untuk memicu rekaman rahasia. Dokumen NSO menyatakan kapabilitas perangkat lunak secara lebih rinci, lapor The Verge.

Pegasus versi paling baru dikabarkan dapat jalankan hal selanjutnya tanpa sepengetahuan pengguna ponsel. Ini mengungkapkan bahwa tautan dikirim ke ponsel obyek tanpa pemberitahuan, dan Pegasus terasa mengumpulkan informasi. Dalam kasus lain, Pegasus diduga mengandalkan pengguna untuk mengklik tautan phishing yang kemudian mengirimkan muatan spyware Pegasus.

  • Pegasus dapat menyusup ke iOS

Dalam pengakuannya kepada The Guardian, Apple tidak menyangkal kapabilitas NSO untuk mengeksploitasi iPhone, Apple termasuk menyatakan bahwa serangan seperti Pegasus terlalu canggih.

Apple menyatakan bahwa mereka dapat terus bekerja pada perawatan semua pelanggan dan dapat terus menambahkan pemberian baru ke perangkat dan information mereka.

Namun, faktanya iPhone dapat disusupi oleh pesan yang tidak terlihat. Peneliti keamanan yang menyatakan kepada Washington Post menyalahkan iMessage dan perangkat lunak pratinjaunya. Meskipun baru-baru ini Apple udah menambahkan pemberian untuk mengamankan iMessage.

  • Tidak cuma rentan di iPhone

Sebagian besar laporan berfokus pada iPhone, tapi itu dikarenakan iPhone terbukti lebih mudah dianalisis untuk gejala infeksi Pegasus daripada ponsel Android.Menurut dokumen NSO Info, baik Apple dan Google udah mengomentari situasi tersebut. Google termasuk menuduh sistem pengawasannya yang sering. Kanal Telegram pendiri aplikasi Durov termasuk pada mulanya mengomentari penggunaan spyware Pegasus sebagai alat mata-mata di dunia maya.