Pakar Dari ITS Ungkap 3 Faktor Tenggelamnya Kapal Nanggala- 402

Berita Teknologi

Pakar Dari ITS Ungkap 3 Faktor Tenggelamnya Kapal Nanggala- 402 – Wisnu Wardhana, pakar Kapal Selam dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya beberkan 3 faktor penyebab tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang tenggalam pada kedalaman 850 meter di perairan Bali.

Pakar Dari ITS Ungkap 3 Faktor Tenggelamnya Kapal Nanggala- 402

Ketiga faktor tersebut adalah kegagalan mesin ballast water yang dapat menyesuaikan ketinggian kapal selam, kegagalan pesawat amfibi atau sayap pada lambung kapal, dan rusaknya pressure hull. Pressure hull pada akhirnya hancur karena besarnya jumlah air tekanan.

Dia mengatakan melalui telepon: “Kapal ini (Nanggala-402) hancur karena tekanan hidrostatis lambung tekanan empat kali lebih besar karena naik dari 200 meter menjadi 800 meter. Inilah alasan mengapa pressure hullnya pecah”.

Ia menjelaskan, umur kapal tua yang diproduksi Howaldtswerke Industrial di Kiel, Jerman sekitar 40 tahun. Pada 1980-an, kapal ini dirancang hanya untuk menyelam di kedalaman 300 meter. Namun, seiring bertambahnya usia kapal, dia sekarang memprediksi bahwa kapal itu hanya akan kuat di kedalaman 200 meter.

Pada kedalaman yang melebihi ambang batas ini, cangkang tekanan struktur pelindung kapal (dia menyebutnya Pressure Hull) akan dihancurkan oleh tekanan hidrostatik.

Dia berkata: “Jika tekanan terus meningkat, telur akan pecah. Jika pecah, tekanan air dari luar akan masuk dan menyerang orang-orang di dalam telur.”

Wisnu menambahkan, “Inilah sebabnya semua barang di kapal Nanggala-402 pada keluar. Ini menandakan pressure hull sudah pecah.”

Wisnu menjelaskan, ukuran lapisan cangkang mirip telur adalah 1 atmosfer. Jika dipencet dari luar dan melebihi kapasitas maksimal, telur akan pecah.

Selain itu, ia menjelaskan, setiap kapal selam tidak memiliki teknologi untuk memberikan catatan perjalanan dan dialog di dalam pesawat, misalnya kotak hitam seperti kotak hitam di pesawat dapat membantu mengidentifikasi kecelakaan kapal.

Menurut dia, jika bangkai kapal selam Nanggala-402 ditarik ke pantai, bisa dipastikan masalahnya. Dari tulang dan pecahan yang ditemukan, dapat diketahui apa yang terjadi pada kapal selam angkatan laut Indonesia.

Dia menyimpulkan: “Saya tidak tahu apakah ada blackbox di kapal selam. Tapi selama saya mempelajari kapal selam, saya tidak pernah menemukan adanya balckbox di sana.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *