Begini Cara Astonot Berkomunikasi Dengan Orang Yang Ada Di Bumi

Berita Teknologi

Begini Cara Astonot Berkomunikasi Dengan Orang Yang Ada Di Bumi

fratech – Wakil Presiden Amerika Serikat( AS) Kamala Harris melakukan panggilan video ke Stasiun Internasional Ruang Angkasa( ISS), buat memperingati Black History Month dengan angkasawan kulit hitam pertama , Victor Glover, Sabtu( 27/3).

“Victor, senang bertemu denganmu, Mencetak sejarah yang kau lakukan, kami sangat bangga padamu.” ujar Kamala.

Tetapi, gimana cara wakil Presiden AS bisa berbicara dengan Stasiun Luar Angkasa Global?

Untuk diketahui , astronot terus meningkatkan berbagai cara buat dapat berbicara dengan orang di dunia.

Periset LAPAN, Rhorom Priyatikanto menjelaskan cara berbicara astronot dari pesawat ruang angkasa ke bumi dengan memakai jaringan serupa dengan internet, namun memercayakan sebagian stasiun transmisi yang ada di permukaan Bumi.

“Sebenarnya melalui jaringan yang bisa dibilang internet. Tapi mengandalkan beberapa stasiun transmisi yang ada di permukaan Bumi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com (1/3).

Bagi Rhorom transmisi yang diucap merupakan parabola yang berukuran besar, yang bisa dipakai buat mengucurkan tanda kuat dari permukaan bumi ke satelit ataupun stasiun antariksa.

ISS mengitari Bumi dalam waktu singkat. ISS memerlukan waktu sekitar 1 jam buat mengitari Bumi. Selama ISS mengitari Bumi memerlukan kode yang dipancarkan berasal dari berbagai titik. Bila ISS ada di area Indonesia harus terdapat stasiun penyiar yang terletak di Indonesia.

Maka dari itu, tutur ia, NASA mempunyai jejaring stasiun transmisi yang bekerja sama dengan sebagian negeri alhasil mempunyai capaian yang global, supaya bisa mempermudah komunikasi dengan ISS walaupun berada pada bagian yang jauh dari wilayah AS.

“Intinya dapat menjangkau berbagai macam posisi dari stasiun antariksa internasional tersebut tanpa harus terputus sinyalnya,” ucap Rhorom.

Keuntungan lainnya tidak hanya dapat digunakan untuk telepon dan video call, melalui cara tersebut, teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mengirimkan data foto dan video.

Namun kata Rhorom, cara tersebut masih memiliki jeda suara sekitar 1 millisecond, antara penerima dan pengirim suara saat komunikasi itu dilakukan.

“Jarak Bumi dengan ISS itu bisa 400 kilometer itu punya delay sekitar 1 millisecond . Sama antara delay komunikasi antara orang yang ada di Surabaya dan Bandung itukan ya 400 -500 kilometer,” ujar Rhorom.

Menurutnya beberapa skema komunikasi dari ruang angkasa ke bumi sudah dikembangkan, salah satunya skema komunikasi Kuantum, tapi kini masih dalam tahap eksperimen dan belum digunakan untuk operasional di stasiun internasional ruang angkasa.